Bagaikan mata yang menatap tanpa arti
Merasakan hati tanpa dimenerti
Aku diantara kita, kamu, dan mereka
Diantara tubuh yang tak mau bangun
Menari indah diatas indahnya hari ini
Hati pergi dan berlari
Bagaikan angan – angan kosong diterjang angin, hancur, dan berantakan
Dan tubuh – tubuh itu habis dimakan burung di hari yang mengerikan
Tanpa menyisakan satu bagian pun
Kesombongan melilitinya
Tak mau lepas dan tak ingin dilepaskan
Akankah hati kan merasa
Dengan cinta dan air mata penyesalan semuanya jadi bermakna
Hingga hari yang cerah datang perlahan
Namun kini bekas luka yang tersisa
Do’a dan harapan maaf diakhir kehidupan
Menunggu ajal digerbang keabadian
Pasti datang
Dan aku berharap embun menetesi jiwa
Hembusan angin menentramkan hati
Seandainya tiba masaku
Hatiku kutitip do’a untukmu dan mereka
Karena aku, kamu, dan mereka
Satu
Untuk-NYA
Tags
Min Qolbi
Mohd. Abd. Arif
I am Muslim,a Minangkabaunese, Graduate from State University of Padang (Marketing) and Northern Universiti of Malaysia | BBA (Hons)
keren tulisan mondo mah.....
jan lupo singgah ka blog awak yo....
banggasurya.blogspot.com
oh yo ndo, tuka link sa awak ndo, kan lai lebih dikenal blog awak....
keep blogging mondoku.......
puisinya seru..tapi kok udah lama nggak ditambah?